Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelaksanaan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sinergi nyata ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) dengan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) IN-2. Kegiatan ini dipusatkan di Alka Cafe Lumajang, Kecamatan Sukodono, dan dilaksanakan secara bertahap pada Senin (11/5/2026) dan Rabu (13/5/2026).
Acara pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dindikbud Kab. Lumajang, Patria Dwi Hastiadi. Dalam arahannya, Patria memberikan penekanan kuat mengenai esensi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada transfer ilmu di atas kertas, tetapi juga pada pembentukan fondasi kepribadian peserta didik. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari implementasi Pembelajaran Mendalam ini adalah untuk meningkatkan karakter siswa dengan cara memantik dan mengembangkan potensi kecerdasan, serta merangsang kemampuan berpikir kritis anak sejak dini agar siap menghadapi tantangan zaman.
Pelatihan PM IN-2 ini diselenggarakan sebagai langkah tindak lanjut yang berkesinambungan dari hasil pendampingan dan penerapan materi pada Pelatihan PM IN-1 sebelumnya. Sebagai langkah awal, pilot project Pembelajaran Mendalam ini menyasar wilayah mitra INOVASI, dengan lokus utama berada di Gugus Sekolah (Guslah) 1 Kecamatan Randuagung dan Guslah II Kecamatan Tempeh. Secara konseptual, Pembelajaran Mendalam didesain sebagai pendekatan pedagogis yang bertujuan mendorong pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, memfasilitasi penerapan pengetahuan dalam konteks dunia nyata, serta menciptakan suasana ruang kelas yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Demi memastikan efektivitas transfer ilmu dan keberlanjutan program di lapangan, kegiatan ini melibatkan jajaran ekosistem pendidikan secara menyeluruh. Unsur pengawasan diwakili oleh kehadiran Pengawas SD dari Kecamatan Randuagung. Selain itu, kegiatan ini dipandu dan dikawal langsung oleh tim Fasilitator PM yang terdiri dari Koordinator Pengawas SD Kabupaten, Pengawas SD Kecamatan Tempeh, Kepala SDN Tempeh Tengah 01, dan Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) yang berasal dari SDN Kalidilem 03.
Antusiasme dan dukungan dari tingkat gugus juga terlihat dengan hadirnya Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dari Kecamatan Randuagung dan Tempeh. Secara operasional, pelatihan ini diikuti secara intensif oleh utusan dari tiga belas satuan pendidikan. Setiap sekolah mendelegasikan tiga orang perwakilannya yang terdiri dari satu orang kepala sekolah dan dua orang guru. Adapun sekolah-sekolah yang berpartisipasi dan siap menjadi pionir ini meliputi SDN Kalidilem 01, 02, dan 04; SDN Banyuputih Lor 01 dan 02; SDN Tempeh Tengah 01, 02, dan 04; SDN Lempeni 01, 02, dan 03; serta instansi swasta yakni SD Islam Al-Firdaus dan SD Tahfidzul Qur'an Azzahra. Kehadiran seluruh elemen ini diharapkan mampu menciptakan budaya belajar yang transformatif dan merata di Kabupaten Lumajang. (Dikbudlmj-ysn)