Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

20 Januari 2026   499 kali  
Estafet Kepemimpinan Dindikbud Lumajang, Plt. Kadindikbud Tekankan Soliditas "Superteam"
Estafet Kepemimpinan Dindikbud Lumajang, Plt. Kadindikbud Tekankan Soliditas

Roda mutasi dan pergantian pimpinan dalam sebuah instansi pemerintahan adalah hal yang lumrah sebagai bentuk penyegaran organisasi. Hal ini pula yang terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang.

Pada Selasa (20/1/2026), Aula Dindikbud Lumajang menjadi saksi momen serah terima amanah dalam acara Pisah Kenal Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Acara yang dirangkai dengan pembinaan staf ini menandai peralihan tongkat estafet kepemimpinan dari Ari Murcono kepada Patria Dwi Hastiadi.

Suasana hangat dan kekeluargaan menyelimuti pertemuan seluruh pegawai Dindikbud pagi itu. Ari Murcono, selaku Plt. Kepala Dinas sebelumnya, memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran yang telah bahu-membahu bersamanya.

Dalam sambutan perpisahannya, Ari menekankan bahwa fondasi utama birokrasi pendidikan adalah pelayanan. Ia berpesan agar kultur pelayanan masyarakat yang humanis dan responsif, yang telah dibangun bersama, tidak boleh luntur.

"Saya sampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kerja sama luar biasa selama ini. Saya menitipkan pesan, semoga hal-hal baik yang telah kita rintis, terutama arahan terkait standar pelayanan masyarakat yang prima, dapat terus dilanjutkan. Jadikan pelayanan sebagai ladang pengabdian yang bernilai ibadah," tutur Ari Murcono dengan penuh harap.

Menyambut amanah baru, Plt. Kepala Dindikbud yang kini menjabat, Patria Dwi Hastiadi, menegaskan komitmennya untuk menjaga ritme kerja yang sudah berjalan baik. Dalam arahan perdananya, Patria tidak menempatkan dirinya sebagai sosok sentral yang bekerja sendiri, melainkan sebagai bagian dari sistem yang besar.

Patria menggarisbawahi pentingnya filosofi kerja kolektif. Baginya, tantangan dunia pendidikan yang dinamis tidak mungkin diselesaikan oleh satu orang hebat, melainkan membutuhkan kolaborasi tim yang solid.

"Kunci keberhasilan kita ada pada kebersamaan yang telah terjalin selama ini. Saya mengajak seluruh staf Dindikbud untuk tetap menjadi Superteam. Kita harus solid, saling mengisi, dan bekerja secara terus-menerus tanpa henti untuk kemajuan pendidikan Lumajang," tegas Patria.

Acara pisah kenal dan pembinaan staf ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan momentum penyamaan frekuensi. Dengan nahkoda baru, jajaran Dindikbud Lumajang diharapkan semakin lincah dalam merespons isu-isu pendidikan serta konsisten dalam melayani kebutuhan guru, siswa, dan masyarakat luas.

Transisi kepemimpinan ini diharapkan menjadi energi baru untuk memastikan program-program strategis pendidikan di Kabupaten Lumajang tetap berjalan on the track, akuntabel, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Pisang.

Banyak Dibaca
Guru Alami Kendala Login Ruang GTK
31 Oktober 2025 8014 kali Baca...