Usai menjalani cuti bersama dan libur Hari Raya Idul Fitri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang langsung bergerak cepat memanaskan mesin birokrasi. Melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Dasar (Dikdas), Dindikbud menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis yang dirangkai dengan ajang silaturahmi pada Selasa (31/3/2026).
Kegiatan yang melibatkan para garda terdepan pendidikan dasar ini dihadiri oleh jajaran Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Korwildikbud) Kecamatan, Pengawas Sekolah, Penilik, serta pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) se-Kabupaten Lumajang. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan visi sekaligus memperkuat sinergi usai perayaan hari besar keagamaan.
Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Plt. Kepala Dindikbud Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi. Dalam arahannya, Patria menekankan bahwa momen pasca-Lebaran harus menjadi titik tolak untuk memperbarui semangat pengabdian. Ia berpesan agar seluruh elemen pendidikan tidak larut dalam suasana liburan, melainkan segera tancap gas memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
"Silaturahmi dan kebersamaan antar pegawai yang sudah terjalin dengan sangat baik ini harus terus kita jaga dan jadikan fondasi kekuatan. Saya berharap, semangat kembali fitri ini sejalan dengan peningkatan etos kerja dan kedisiplinan kita sekalian dalam mengawal mutu pendidikan di Kabupaten Lumajang," tegas Patria di hadapan para peserta Rakor.
Setelah sesi pengarahan umum dan silaturahmi, agenda dilanjutkan dengan pembahasan yang lebih teknis dan mendalam. Plt. Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Dasar Dindikbud Lumajang, Agik Gamar Wijaya, mengambil alih forum untuk memaparkan arah kebijakan operasional dan teknis pendidikan yang akan digenjot pada tahun anggaran 2026.
Agik menitikberatkan pada pentingnya akselerasi program-program prioritas di tingkat PAUD hingga SMP, mengingat ketiga jenjang tersebut merupakan masa keemasan dan fondasi utama pembentukan karakter anak. Selain memaparkan kebijakan baru, Rakor ini juga dimanfaatkan sebagai wadah evaluasi komprehensif atas kinerja triwulan pertama.
Secara transparan, Agik membedah berbagai capaian realisasi program sekaligus memaparkan sejumlah temuan krusial yang dijumpai di satuan-satuan pendidikan di lapangan. Temuan-temuan tersebut, baik yang bersifat administratif maupun operasional, dibahas secara terbuka untuk dicarikan solusi mitigasinya.
"Evaluasi ini bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan sebagai bahan refleksi dan early warning system (sistem peringatan dini) bagi kita semua. Temuan-temuan di lapangan harus menjadi atensi dan bahan evaluasi bersama agar tata kelola satuan pendidikan kita semakin akuntabel, transparan, dan berdampak langsung pada kualitas belajar siswa," urai Agik Gamar Wijaya.
Melalui Rakor dan silaturahmi ini, Dindikbud Lumajang berharap soliditas antar pemangku kepentingan pendidikan dari tingkat kabupaten hingga kecamatan semakin kokoh. Dengan koordinasi yang intensif, segala bentuk tantangan dan dinamika di lapangan diharapkan dapat diselesaikan secara cepat, kolaboratif, dan inovatif demi mewujudkan generasi penerus Lumajang yang cerdas dan berkarakter. (Dikbudlmj-ysn)