Semangat untuk menghadirkan transformasi pendidikan di ruang kelas terus digelorakan oleh para pendidik di Kecamatan Tempeh. Sebagai wujud komitmen keberlanjutan dari program INOVASI, Gugus 2 Tempeh menyelenggarakan kegiatan strategis bertajuk "Diseminasi Mandiri Pembelajaran Mendalam (PM)" yang dipusatkan di SDN Tempeh Tengah 03.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari penuh, mulai Rabu hingga Kamis (7–8 Januari 2026) ini, menjadi bukti kemandirian dan keseriusan komunitas guru di Tempeh dalam memperluas jangkauan praktik baik yang sebelumnya telah diujicobakan melalui program piloting.
Inisiatif Mandiri untuk Perluasan Dampak
Diseminasi ini merupakan tindak lanjut konkret dari kegiatan Piloting Pembelajaran Mendalam yang sebelumnya sukses dilaksanakan di 8 Sekolah Dasar (SD) sasaran di Gugus 2 Tempeh. Jika pada tahap awal fokus implementasi hanya menyasar guru kelas awal (kelas 1), guru kelas tinggi (kelas 4), dan kepala sekolah, kali ini jangkauannya diperluas secara signifikan.
Sasaran kegiatan kini merambah kepada guru kelas 2, kelas 3, kelas 5, kelas 6, serta guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru PJOK. Sebanyak 60 orang guru hadir sebagai peserta, mewakili 9 lembaga pendidikan di Gugus 2 Tempeh. Peserta tersebut berasal dari 8 sekolah pilot sasaran INOVASI (SDN Tempeh Tengah 01, 02, 04, SDN Lempeni 01, 02, 03, SDI Al Firdaus, SD TQ Az Zahra) dan 1 sekolah penerima BOS Kinerja (BOSKIN), yakni SDN Tempeh Tengah 03 yang sekaligus menjadi tuan rumah.
Salah satu aspek menarik dari kegiatan ini adalah metode pelatihannya yang mengusung semangat pemberdayaan sejawat. Fasilitator yang bertugas bukanlah instruktur dari luar, melainkan para guru peserta Piloting Pembelajaran Mendalam angkatan pertama yang sebelumnya telah ditempa langsung oleh INOVASI di tingkat kabupaten.
Hal ini menunjukkan bahwa transfer pengetahuan telah berjalan efektif. Meski demikian, kualitas materi tetap terjaga ketat dengan adanya kontrol dan pengawasan langsung dari Fasilitator Daerah (Fasda) PM INOVASI, yakni Bapak Jupri selaku Pengawas Sekolah Tempeh dan Bapak Samsul Arifin selaku Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tempeh, serta dukungan teknis dari Tim INOVASI District Officer (DO) Lumajang.
Acara dibuka secara resmi oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Dikbud Tempeh, Abdul Rahman. Dalam sambutan dan arahannya, Abdul Rahman memberikan pencerahan mengenai posisi strategis Gugus 2 Tempeh yang mendapatkan kepercayaan sebagai prioritas sasaran program ini.
"Gugus 2 Tempeh adalah salah satu gugus yang mendapatkan prioritas sasaran Pembelajaran Mendalam dari INOVASI. Oleh karena itu, materi ini bukan sekadar pengetahuan tambahan, tetapi harus dipelajari, dimanfaatkan, dan dikembangkan dengan sungguh-sungguh," tegas Abdul Rahman.
Beliau menekankan bahwa tujuan akhir dari seluruh ikhtiar ini adalah terciptanya suasana belajar yang berkualitas. "Harapannya, metode ini dapat diterapkan secara maksimal di kelas sehingga membuat siswa merasa senang, nyaman, dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran," tambahnya.
Melalui Diseminasi Mandiri ini, diharapkan praktik pembelajaran yang berpusat pada murid tidak lagi menjadi hal eksklusif bagi segelintir guru pilot, melainkan menjadi budaya kolektif yang merata di seluruh sekolah Gugus 2 Tempeh. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata para pendidik di Tempeh dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter. (Dikbudlmj-ysn)