Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

13 Mei 2026   244 kali  
Wujudkan Kelas Interaktif, Dindikbud Lumajang Masifkan Tiga Pilar Pembelajaran Mendalam di Tingkat Gugus
Wujudkan Kelas Interaktif, Dindikbud Lumajang Masifkan Tiga Pilar Pembelajaran Mendalam di Tingkat Gugus

Implementasi metode Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning di Kabupaten Lumajang kini tidak lagi sekadar wacana konseptual di atas kertas, melainkan telah mewujud nyata dalam praktik harian di ruang-ruang kelas. Memasuki tahap pemantapan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang bersama program INOVASI kembali menggelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) IN-2 yang dipusatkan di Alka Cafe, Kecamatan Sukodono, pada Rabu (13/5/2026). Pertemuan lanjutan ini secara spesifik menyoroti dan mengevaluasi keberhasilan praktik pembelajaran yang kini telah berjalan ajek di sekolah-sekolah sasaran.

Sejak digulirkannya program rintisan ini secara masif di wilayah Gugus Sekolah 1 Kecamatan Randuagung dan Gugus Sekolah II Kecamatan Tempeh, wajah pendidikan tingkat dasar mulai menunjukkan transformasi yang sangat menggembirakan. Ekosistem belajar mengajar di sekolah-sekolah rintisan tersebut kini didesain menjadi jauh lebih terstruktur dengan variasi aktivitas yang sangat beragam dan tidak monoton. Dampak positif yang paling mencolok dari implementasi ini adalah terjadinya lonjakan tingkat keterlibatan murid di dalam kelas. Peserta didik masa kini tidak lagi bertindak sebagai objek pendengar yang pasif, melainkan berani mengambil peran aktif dalam mengamati fenomena sekitar, melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis, menjawab tantangan pemecahan masalah, hingga berdiskusi secara luwes bersama rekan sebayanya.

Keberhasilan transformasi ruang kelas yang interaktif ini tentu bersumber dari perubahan paradigma para pendidik dalam merancang skenario pembelajaran. Salah satu Fasilitator PM yang juga terjun langsung mengawal program ini, Nur Zaenab, membedah rahasia di balik perubahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kunci utamanya terletak pada keterlibatan total dan komitmen guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan tiga pilar utama, yakni Mindful Learning (pembelajaran yang berkesadaran), Meaningful Learning (pembelajaran yang bermakna), dan Joyful Learning (pembelajaran yang menggembirakan).

Nur Zaenab memaparkan bahwa ketiga pendekatan tersebut menuntut guru untuk hadir secara utuh secara fisik dan mental saat memfasilitasi anak didiknya. Dengan kesadaran penuh (mindful), guru mampu meramu materi ajar agar senantiasa memiliki koneksi dan makna yang relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari siswa (meaningful). Konsep tersebut pada akhirnya akan bermuara pada penciptaan suasana belajar yang sangat menyenangkan dan bebas tekanan (joyful), tanpa harus mengorbankan bobot substansi akademis yang ingin dicapai.

Melalui Pelatihan PM IN-2 yang mempertemukan kembali para kepala sekolah dan guru dari belasan instansi negeri maupun swasta ini, ajang berbagi praktik baik menjadi semakin kaya. Dindikbud Lumajang menaruh asa yang besar agar gelombang perubahan positif dari metode Pembelajaran Mendalam ini dapat terus dirawat konsistensinya. Lebih jauh, praktik baik yang telah mengakar kuat di tingkat gugus ini diproyeksikan akan segera didiseminasikan secara lebih luas, guna memastikan seluruh anak di Kabupaten Lumajang mendapatkan hak yang sama atas pendidikan yang berkualitas, relevan, dan memerdekakan. (Dikbudlmj-ysn)

 

Banyak Dibaca
Guru Alami Kendala Login Ruang GTK
31 Oktober 2025 7911 kali Baca...