Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

05 Maret 2026   512 kali  
Gelar Diseminasi Baseline INOVASI Fase 3, Pemkab Lumajang Jadikan Data Sebagai Fondasi Kebijakan Pendidikan
Gelar Diseminasi Baseline INOVASI Fase 3, Pemkab Lumajang Jadikan Data Sebagai Fondasi Kebijakan Pendidikan

Dalam upaya merumuskan strategi pendidikan yang tepat sasaran dan berbasis bukti, Pemerintah Kabupaten Lumajang berkolaborasi dengan program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) kemitraan Australia-Indonesia, menyelenggarakan Pertemuan Berbagi Hasil Analisa Data Baseline INOVASI Fase 3. Kegiatan strategis ini dilangsungkan di Alka Cafe Lumajang, Kamis (5/3/2026).

Studi baseline ini sebelumnya telah dirampungkan oleh tim INOVASI di tiga kabupaten mitra yang berada di wilayah Provinsi Jawa Timur, yakni Kabupaten Lumajang, Tuban, dan Sidoarjo. Pengumpulan data awal ini dirancang khusus untuk memotret secara objektif kemampuan dasar siswa di daerah sasaran. Selain itu, riset ini juga menangkap berbagai praktik nyata di lapangan terkait implementasi kurikulum, efektivitas pembelajaran, pola kepemimpinan, hingga isu-isu global di jenjang SD dan MI yang menjadi sampel.

Hadir membuka acara tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi. Dalam sambutannya, Patria memberikan penekanan kuat mengenai urgensi data baseline bagi masa depan pendidikan di daerahnya.

Ia menegaskan bahwa data dari INOVASI ini bukan sekadar deretan angka, melainkan fondasi vital yang akan menentukan arah kebijakan Dindikbud ke depan. Pemkab Lumajang berkomitmen menggunakan temuan ini untuk merancang intervensi yang presisi dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Lebih lanjut, Patria menyoroti pentingnya komitmen sekolah terhadap pendidikan yang ramah bagi semua kalangan melalui prinsip Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI). Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk terus mengupayakan optimalisasi kurikulum, menciptakan lingkungan belajar yang aman, serta mulai mengintegrasikan Pendidikan Perubahan Iklim (PPI) di ruang-ruang kelas.

Selaras dengan arahan Plt. Kadindikbud, Tim Performance & Learning dari INOVASI membedah secara rinci hasil temuan lapangan. Paparan komprehensif tersebut menyajikan realitas capaian literasi dan numerasi saat ini, sejauh mana adopsi prinsip GEDSI di satuan pendidikan, efektivitas kurikulum, dan bagaimana sekolah merespons isu perubahan iklim. Diharapkan, hasil analisis data ini dapat dioptimalkan sebagai bahan kajian mendalam, sekaligus pertimbangan utama dalam evaluasi maupun perencanaan program pendidikan di Lumajang.

Guna merumuskan langkah taktis dan tindak lanjut yang konkret, agenda dilanjutkan dengan sesi tanggapan dan diskusi kelompok. Para peserta dibagi ke dalam tiga kelompok kerja yang mewakili ekosistem pendidikan secara utuh. Kelompok pertama difokuskan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) yang diisi oleh perwakilan dari unsur Dinas Pendidikan. Kelompok kedua membahas jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang melibatkan unsur dari Kementerian Agama. Sementara itu, kelompok ketiga diisi oleh perwakilan dari Perguruan Tinggi untuk memberikan pandangan kritis dari sudut pandang akademis.

Kegiatan diseminasi ini melibatkan total dua puluh delapan peserta yang mewakili berbagai elemen pemangku kepentingan di dunia pendidikan. Keterlibatan lintas sektoral ini mencakup perwakilan instansi pemerintah daerah seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta Pendidikan Dasar (Dikdas) SD Dindikbud, hingga Kantor Kemenag Kabupaten Lumajang. Turut hadir pula perwakilan institusi pendidikan tinggi dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Lumajang dan Universitas Islam Syarifuddin Lumajang.

Selain unsur pemerintahan dan akademisi, acara ini juga didukung penuh oleh berbagai organisasi dan komunitas pendidik. Dukungan tersebut datang dari Dewan Pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU, serta Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM. Para praktisi lapangan yang tergabung dalam Fasilitator Daerah (Fasda) Pembelajaran Mendalam (PM) Lumajang dan Fasda KBC tingkat MI juga turut ambil bagian secara aktif dalam merumuskan rencana tindak lanjut tersebut. Kolaborasi menyeluruh ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk melahirkan inovasi pembelajaran yang merata dan bermutu bagi seluruh anak di Kabupaten Lumajang. (Dikbudlmj-ysn)

Banyak Dibaca
Guru Alami Kendala Login Ruang GTK
31 Oktober 2025 8014 kali Baca...